Entrepreneur

Dapatkan Inspirasi Dalam Menjalankan Startup dari 6 Kisah Ini

Setiap perusahaan pasti memiliki tantangan dan halangan yang menentukan apakah mereka berhasil atau tidak dalam menjalankan bisnisnya pada kurun waktu tertentu. Hal ini tidak terlepas dari berbagai drama yang dihadapi oleh berbagai pihak, terutama pendiri perusahaan. Sebagai penggagas utama keberadaan perusahaan yang dijalankan, mereka harus menghadapi pasang surut kehidupan dalam menjalankan bisnis hingga berhasil seperti saat ini. Tanpa terkecuali pendiri startup Indonesia yang memiliki kisah inspiratif untuk membangun bisnis dan memberi dampak bagi masyarakat.

Kisah mereka ini diharapkan bisa menjadi pendorong buat kalian untuk terus maju dalam berkarya tanpa takut menghadapi berbagai tantangan:

1. Nadiem Makarim

Vulcan Post ID - pendiri startup indonesia
via asia.nikkei.com

Sebelum fokus sepenuhnya dengan Go-Jek Indonesia, Nadiem pernah bekerja di berbagai perusahaan seperti Mckinsey & Company dari tahun 2006 – 2009 dan membantu mengembangkan Rocket Internet di Indonesia dengan memegang peran sebagai Managing Editor di Zalora Indonesia dalam kurun waktu satu tahun.

Selain itu, ia terlibat sebagai Chief Innovation Officer untuk kartuku. Pengalaman kerja yang dimiliki telah membuatnya berani untuk merintis perusahaan sendiri. Ide mendirikan bisnis transportasi Go-Jek berawal dari pemikiran nadiem saat berdiskusi dengan tukang ojek langganannya. Ia menemukan kenyataan bahwa sebagian besar tukang ojek menghabiskan waktunya hanya menunggu dan mencari pelanggan. Selain itu, kemacetan di kota besar seperti Jakarta telah memburuk dengan segala permintaan yang cepat dari masyarakat.

Awal perusahaan Go-Jek didirikan, Nadiem berhasil merekrut 20 tukang ojek. Jumlah tukang ojek yang bergabung sebagai salah satu supir Go-jek hingga saat ini telah mencapai lebih dari 10,000 di berbagai wilayah Indonesia. Go-Jek Indonesia telah berkembang dari jasa transportasi umum berbasis aplikasi mobile sampai pelayanan antar barang dan makanan. Nadiem dan tim Go-Jek Indonesia masih terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

2. William Tanuwijaya

Vulcan Post ID - pendiri startup indonesia
via youtube.com

Pemuda asal Sumatera Utara ini mulai berani untuk menginjak kaki di Ibukota Jakarta setelah lulus SMA dan melanjutkan pendidikan sebagai mahasiswa di Universitas Bina Nusantara (BINUS).

Selain kuliah, ia aktif dalam melakukan pekerjaan sampingan demi membiayai kuliahnya dengan bekerja di warnet dari jam sembilan malam sampai sembilan pagi. Setelah lulus kuliah, ia telah bekerja di berbagai perusahaan berbasis IT selama lima tahun sampai ia mulai terbesit ide untuk mendirikan perusahaan sendiri yaitu Tokopedia.

Ide mengenai Tokopedia datang saat William menjadi moderator dalam forum online, kafegaul, yang mempunyai fasilitas jual beli. Ia mengajak temannya, Leontinus Alpha Edison, untuk ikut serta mendirikan Tokopedia sebagai platform yang menghubungkan penjual dengan pembeli di seluruh Indonesia. Mereka mulai belajar untuk mendapatkan dana dari berbagai perusahaan ventura. William harus menghadapi berbagai situasi, salah satunya ketika ayahnya divonis penyakit kanker. Ia menyadari bahwa ide ini akan berhasil sehingga ia mulai mendatangi berbagai perusahaan baik kantor lamanya maupun orang yang dikenal dan bisa memodali idenya.

Selama dua tahun, ia terus mencari investor untuk mendukung bisnisnya hingga akhirnya membuahkan hasil. Tokopedia resmi meluncur bertepatan pada hari kemerdekaan Indonesia yang ke 64, yaitu 17 Agustus 2009. Tokopedia berhasil memenangkan Bubu Awards untuk kategori Corporate Awards E-commerce yang diselenggarakan pada 31 Juli 2009 di Jakarta.

3. Juny “Acong” Maimun

Vulcan Post ID - pendiri startup indonesia
via maxmanroe.com

Pendiri dari Indowebster ini dikenal sebagai seorang survivor. Pada akhir 1990-an, ia telah dikenal sebagai hacker muda pemberani dari Riau saat berkuliah di Stamford College, Malaysia. Ia berhenti dari kuliah setelah mengunjungi Jakarta pada tahun 2002 dan membuka warnet yang berhasil menjadi pusat bermain game pertama di kota tersebut dengan nama AMPM. Ia mampu menghasilkan profit dalam kurun waktu delapan bulan.

Pada tahun 2006, perusahaan pemeliharaan jaringan dan konsultan IT AMPM didirikan di bawah nama PT Maxindo. AMPM diakui sebagai salah satu penyedia layanan internet terkemuka di Indonesia. Indowebster didirikan pada 15 April 2007 sebagai situs file hosting multimedia dan berhasil dikenal oleh masyarakat Indonesia. Acong mulai aktif untuk mencari investor setelah tujuh tahun Indowebster berdiri dan ia menghadapi berbagai tantangan dalam mendapatkan investasi, salah satunya mengenai konten di situs yang tergolong ilegal. Ia percaya bahwa perusahaannya akan beradaptasi dan bertahan.

4. Aulia “Ollie” Halimatussaidah

Vulcan Post ID - pendiri startup indonesia
via pedasmag.com

Wanita yang akrab dipanggil dengan nama Ollie sudah memiliki hobi menulis sejak kecil. Setelah lulus kuliah di tahun 2004, ia bekerja di perusahaan penyedia jasa IT dan bertemu dengan Angelina Anthony. Mereka memiliki hobi dan minat yang sama sehingga memutuskan untuk bekerjasama dan menangani situs toko buku online, kutukutubuku.com.

Ollie mulai memperhatikan bahwa penulis mengalami kesulitan untuk menerbitkan buku, terutama dalam proses kerjasama dan kesepakatan pada pihak penerbit. Ollie bersama tiga rekannya, Brilian Yoteenega, Oka Pratama, dan Angel secara resmi meluncurkan nulisbuku.com pada 8 Oktober 2010. Nulisbuku.com merupakan platform self-publishing yang memberikan akses penulis untuk menulis dan menerbitkan buku tanpa harus mengajukan ke penerbit. Penulis akan mendapatkan keuntungan 60% dari buku yang diterbitkan dan 40% untuk perusahaan. NulisBuku.com telah menerbitkan sekitar 2,560 buku dengan anggota lebih dari 50,000 penulis.

5. Achmad Zaky

Vulcan Post ID - pendiri startup indonesia
via youtube.com

Pria kelahiran Sragen telah mulai berkecimpung di startup sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Awalnya, ia memulai bisnis mie ayam gerobak pada tahun 2006 dan gagal dikarenakan tidak ada pelanggan. Setelah lulus kuliah, Zaky mulai membuat portal jual-beli barang berbasis online dinamakan Bukalapak bersama temannya, Nugroho Herucahyono, dengan modal awal Rp500,000 untuk beli domain dan hosting kecil.

Beberapa teman kuliahnya sempat direkrut untuk bergabung dan banyak yang memilih untuk keluar dikarenakan tidak ada prospek bagus dari Bukalapak. Akan tetapi, keberuntungan memihak kepada Bukalapak saat investor dari Jepang bersedia untuk menananmkan modal setelah melihat adanya peluang bisnis. Bukalapak secara rata-rata berhasil mendapatkan satu juta pengunjung setiap harinya dengan nilai transaksi berkisar antara 1,5 – 2,5 milyar Rupiah dan jumlah penjual mencapai 190,000. Rencana Bukalapak untuk sekarang adalah mengekspasi bisnisnya ke beberapa daerah agar dapat menarik UKM baru dalam menjual produk unggulan di wilayah setempat.

6. Diajeng Lestari

Vulcan Post ID - pendiri startup indonesia
via youtube.com

Wanita lulusan FISIP UI mendapat inspirasi untuk menjadi agen perubahan dari mata kuliah Management of Change. Diajeng meneguhkan niatnya di ranah Islamic Fashion dengan melihat potensi besar dari Indonesia sebagai negara berpopulasi muslim terbesar di dunia.

Ia mendirikan HijUp pada tahun 2011 yang merupakan e-commerce Business to Customer dengan konsep fashion mall. Sebagai e-commerce pertama dan terbesar untuk produk muslim fashion, ia telah mendapatkan investor global untuk tetap menjalankan bisnisnya. HijUp telah berhasil mendapatkan 1.6 juta unique visitors pada tahun 2014 dengan 20 persen pengunjung datang dari berbagai negara seperti Malaysia, India, dan Amerika Serikat.

Keenam kisah ini memiliki persamaan yaitu mereka berani untuk mengejar apa yang diinginkan dan tidak takut dengan segala tantangan atau kegagalan dalam menjalaninya. Intinya, menjadi entrepreneur perlu yang namanya tekad dan passion tinggi agar tidak mudah untuk jatuh ketika menghadapi kegagalan. Selain itu, keberhasilan yang didapatkan tidak menutup untuk pengembangan diri dan produk dimiliki demi memenuhi kebutuhan masyarakat.