Profil

Ricky Cahyadi, Memajukan Profil Arsitek Indonesia Secara Digital

Tidak ada batasan dalam menjadi entrepreneur baik terkait latar belakang pendidikan maupun pengalaman dalam bekerja. Dalam hal ini, seorang arsitek yang sudah memiliki pengalaman lama di bidangnya berupaya untuk mengambil pengalamannya terkait dunia arsitek Indonesia ke ranah digital. Ricky Cahyadi melihat peluang pada perkembangan teknologi di Indonesia dengan mendirikan Bluprin.

Dalam wawancara yang VP lakukan hari Jumat, 15 Juli 2016, Ricky dengan antusias menjawab pertanyaan kami terutama mengenai latar belakangnya. Ia merupakan lulusan Universitas Parahyangan jurusan arsitek angkatan 2004 dan menyelesaikan pendidikan pada akhir 2008. Dengan latar belakang kesukaannya dalam membuat doodling (gambar kreatif), Ia memilih bidang arsitek karena terdapat ilmu baru serta pemikiran yang logis untuk membuat sebuah gambar gedung agar dapat direalikasikan ke dunia nyata.

Vulcan Post ID - Ricky Cahyadi IMG_6891a
via Ricky Cahyadi

“Arsitektur itu sebenarnya seni, menyenangkan, tapi gak hanya seni mau-maunya gue. Ada engineeringnya,” ungkapnya. Selain itu, arsitektur mengajarkannya pembentukan pola pikir terstruktur melalui perencanaan pembangunan secara maksimal sesuai dengan ketentuan yang ada. “Jadi misalkan, ada tanah kosong tapi yang boleh digunakan untuk membangun hanya 50% dari total tanah atau di jalan ada garis sepadan bangunan 5 meter sebagai pembatas untuk tidak melakukan pembangunan disana,” jelasnya.

Ricky memulai karir dengan menjalankan proyek seperti bed & breakfast atau hotel di Bali selama hampir 2 tahun. Setelah proyek selesai, ia pindah ke Singapura untuk bekerja di DP Architect selama lima tahun sebagai Architectural Executive. Sebelum pulang ke Indonesia, ia sempat bekerja untuk proyek pariwisata di Dubai selama tiga bulan.

27f442ba-2c5c-4b08-b12e-8793b9f8c8b6
Salah satu karya Ricky Cahyadi

Ia melihat perkembangan dunia arsitek di Indonesia masih minim terkait kurangnya pengenalan profil dan portfolio kepada masyarakat umum. Hal itu diungkapkan dengan melihat teman-temannya di bidang sama yang belum memanfaatkan digital seperti media sosial sebagai alat mempromosikan hasil karyanya. Oleh karena itu, ia merintis Bluprin sebagai platform untuk mempublikasikan hasil karya arsitektur dan desain interior agar dapat diketahui oleh masyarakat umum.

Selain itu, Bluprin diharapkan sebagai media referensi bagi khalayak yang butuh inspirasi dalam membuat kamar, ruang meeting, dan bahkan kafe dengan tampilan beda. Bluprin baru dirilis dalam versi beta pada Juni 2016 dan dijalankan secara bootstrap dengan beberapa rekannya.

Vulcan Post ID - Ricky Cahyadi IMG_6883a
Via Ricky Cahyadi

Rencana kedepannya adalah menggaet arsitek untuk bergabung dalam mengisi konten Bluprin tidak hanya di Jakarta tetapi juga Bandung dan Bali. Hal ini sebagai salah satu tujuan utamanya dalam mendirikan Bluprin yaitu memajukan perkembangan dunia arsitek di Indonesia yang masih menjadi sarana menjanjikan terlepas dari meningkatnya jumlah pembangunan di berbagai kota.