Profil

Indigo 2016 Pilih 9 Startup Lokal Ikut Serta di Program Inkubator

Telkom dan MDI Ventures kembali mengadakan program inkubator dan akselerator untuk startup Indonesia bertajuk Indigo. Program ini telah memilih 9 startup Indonesia untuk mengikuti program inkubator. Tujuan program ini tak lain adalah kesempatan bagi startup merealisasikan karya kreatifnya, baik yang masih berbentuk ide maupun sudah memiliki pengguna.

Indigo membuka enam kategori antara lain Personal Apps, Home Solution, Social Media & Community, Government Solution, Business Solution, dan Commerce. Setelah proses seleksi diadakan pada 25 – 26 Mei, ada sembilan startup lokal yang lolos untuk mengikuti program Indigo 2016 Batch 1. Setiap startup akan dibagi dalam beberapa tahapan antara lain Customer ValidationProduct ValidationBusiness Model Validation, dan Market Validation.

Inilah profil singkat dari 9 startup yang mengikuti program Indigo 2016 Batch 1:

1. Ripple Indonesia

Vulcan Post ID - indigo
via ripple.co.id

Ripple Indonesia memberikan solusi pembayaran online dalam berbelanja di e-commerce atau situs lainnya dengan menawarkan biaya lebih murah dibandingkan menggunakan kartu kredit. Sang CEO Damos Hanggara mengatakan, target utama dari Ripple Indonesia adalah pekerja muda berusia 18 – 35 tahun yang aktif memesan paket perjalanan untuk liburan. Produk Ripple Indonesia secara langsung mendukung salah satu program pemerintah yaitu Cashless Society Movement. Dalam program Indigo 2016, Ripple Indonesia ditempatkan pada tahapan Customer Validation.

2. zwaste

Masalah baru yang dihadapi terkait dengan sampah adalah telatnya petugas kebersihan untuk datang dalam mengambil sampah. Hal ini membuat warga menjadi kurang nyaman dengan tumpukkan sampah yang tidak enak dipandang dan bau. Dari permasalahan tersebut, sekelompok anak muda berinisiatif untuk mengembangkan aplikasi bernama Zwaste. Aplikasi ini akan membantu warga dalam memilah sampah agar lebih bermanfaat. Tim Zwaste yang terdiri dari Zahid, Kevin, dan Zaky mengharapkan aplikasi ini dapat mendorong partisipasi warga dalam memanfaatkan sampah untuk suatu hal yang bermanfaat. Zwaste terpilih dalam program Indigo 2016 untuk tahapan Customer Validation.

3. TernaKu

Vulcan Post ID - indigo
via indonesiatimur.co

TernaKu merupakan sistem manajemen khusus yang dipergunakan dalam usaha peternakan. Pengguna dapat memonitor pertumbuhan hewan ternak atau berapa banyak konsumsi yang dihabiskan. TernaKu terpilih dalam program Indigo 2016 dengan penetapan pada tahapan Customer Validation.

4. Carijasa

Carijasa merupakan sistem pencari atau penyedia jasa yang dibutuhkan dalam berbagai situasi. Konsumen bisa mencari jasa dari berbagai bidang seperti asisten rumah tangga, MC untuk acara tertentu, dan tukang kebun. Di lain pihak, penyedia jasa dapat menawarkan produk untuk klien sesuai kebutuhan dan memiliki kesempatan untuk tampil layaknya tim profesional. Carijasa dipimpin oleh Ravi Melwani dengan misi untuk menciptakan pasar yang transparan melalui promosi dalam bentuk kebaikan dan reputasi. Dalam program Indigo 2016, Carijasa masuk dalam tahapan Product Validation.

5. Eragano

Vulcan Post ID - indigo
via play.google.com

Eragano merupakan aplikasi untuk petani yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan profit dengan penggunaan teknologi sebagai akses membeli kebutuhan bertani sampai menjual hasil panen. Kehadiran aplikasi ini dapat mendorong pertanian yang berkelanjutan. Eragano didirikan oleh Stephanie Jesselyn dan Aris Hendrawan. Eragano masuk dalam program Indigo 2016 untuk tahapan Product Validation.

6. Smash

Sistem Online Manajemen Bank Sampah atau dikenal dengan Smash merupakan aplikasi yang bertujuan mendukung kegiatan operasional bank sampah di Indonesia. Aplikasi ini menginformasikan lokasi bank sampah dan mendata nasabah yang aktif bertransaksi secara harian. Smash hadir dalam bentuk web dan mobile yang bisa diunduh oleh pengguna Android. Dalam program Indigo, Smash masuk dalam tahapan Product Validation.

7. Nodeflux

Vulcan Post ID - indigo
via en-id.wantedly.com

Nodeflux adalah startup yang bergerak pada penyedia analisa data besar. Nodeflux bekerja sama dengan beberapa tim pengembang yang berpengalaman seperti Yahoo. Nodeflux mengikuti dalam program Indigo 2016 pada tahapan Product Validation.

8. ATOM

ATOM hadir sebagai penyedia pembuatan aplikasi mobile baik untuk iOS maupun Android dengan mudah dan cepat. Pemilik usaha dapat membuat toko online dalam bentuk aplikasi mobile dengan mengisi katalog produk yang ingin dijual. Selain itu, membuat aplikasi lewat ATOM tidak mengharuskan pemilik untuk menguasai bahasa programming. ATOM ditempatkan pada tahapan Business Model Validation dalam program Indigo 2016.

9. Kofera

Kofera menawarkan layanan optimisasi untuk pengiklan yang menjalankan online campaign ads secara otomatis selama 24 jam. Dengan menggunakan algoritma yang mempelajari kegiatan seperti konfigurasi dan optimalisasi kampanye dalam Google Adwords, Kofera akan membantu dalam memaksimalkan aktifitas online campaign ads sesuai dengan seberapa besar budget yang digunakan. Dalam program Indigo 2016, Kofera mendapat penetapan pada tahanpan Market Validation.

Kesembilan startup ini akan menjalani masa inkubasi selama tujuh bulan dengan mendapat fasilitas seperti pendamping bisnis dan teknis dari Telkom, tempat bekerja di Jakarta Digital Valley , Bandung Digital Valley, serta Jogja Digital Valley. Mereka juga mendapat pendanaan hingga Rp 250 juta yang dibagi dalam berberapa tahap.